Rabu, 19 Mei 2010 - 15:35:54 WIB
Indonesia Bangkit Bersama Usaha Mikro
Diposting oleh : Betsy E. Jiesral
Kategori: KUM3 - Dibaca: 192 kali


Songsong Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2010, Muamalat Gelontorkan Rp 9 M untuk Kebangkitan Usaha Mikro di Indonesia.

Surabaya, 17 Mei 2010

Menurut data Center for Policy Reform (CPR) tahun 2009, jumlah pengusaha mikro di Indonesia sebanyak 50,69 juta unit dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 83,65 juta orang. Jumlah ini adalah 99,99% dari total unit usaha yang ada di Indonesia. Sedangkan sisanya 0,01% adalah unit usaha besar.

Dengan prosentase sebesar itu tak pelak usaha mikro menjadi fondasi bangunan perekonomian di Indonesia. Jika fondasinya hancur maka bangunan perekonomian pun runtuh. Ketangguhan usaha mikro telah teruji saat Indonesia dihantam krisis ekonomi dan krisis moneter pada rentang 1997 -2001.

Namun demikian permasalahan utama usaha mikro untuk bangkit dan maju adalah keterbatasan akses pada penambahan permodalan. Ketiadaan jaminan dan pencatatan terhadap usaha yang dilakukan menjadi salah satu batu sandungan dalam mendapat akses modal dari lembaga keuangan.

Komunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid (KUM3)

Sebagai upaya membangkitkan pengusaha mikro itulah Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai lembaga zakat yang menjalankan fungsi sosial Bank Muamalat telah menggulirkan program Komunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid (KUM3). Sejak pengguliran program KUM3 pada September 2006 lalu, total dana yang digulirkan sebanyak Rp 9,06 Milyar. Dana itu telah mampu memberdayakan 4.697 pengusaha mikro yang tersebar di 21 provinsi di seluruh Indonesia.

Dana tersebut digulirkan dalam bentuk pinjaman penambahan modal antara Rp 750 ribu hingga Rp 2 juta per peserta program. BMM melakukan aktivitas pemberdayaan peserta dalam bentuk pembinaan agama dan usaha.

Program KUM3 menjadikan masjid sebagai basis pemberdayaan. Hal tersebut karena posisi masjid yang mayoritas berdekatan dengan para pelaku usaha mikro. Pasar-pasar tradisional dan beberapa tempat pelaku usaha mikro rata-rata tidak jauh dari masjid.

Selama rentang tiga tahun program KUM3 digulirkan, peserta program yang mengalami pertumbuhan aset sebanyak 3.862 orang (78%).

Nilai Strategis Surabaya

Dipilihnya Surabaya sebagai salah satu lokasi pengguliran program KUM3 dikarenakan Subaraya memiliki nilai strategis dalam bangunan ekonomi nasional. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, BMM meyakini potensi usaha mikro di Surabaya layak dikembangkan. Oleh karena itu secara khusus BMM menyalurkan dana bantuan modal sebesar Rp 611 juta untuk 459 orang yang tersebar di 20 masjid.







ATM (34)
Fundraising (5)
ISS (12)
Kafala (12)
KUM3 (21)
LKMS (8)
SANTUN (26)









• 30 Juli 2010
Sosialisasi Pendirian KJKS KUM3

• 28 Februari 2010
Pelatihan Kurikulum Guru ISS

• 17 Februari 2010
Pembinaan KJKS/UJKS wilayah Sumatra Barat


Salurkan ZISWAF Anda ke Rekening Bank Muamalat :

  1. 301.00001.12 a/n ZAKAT
  2. 301.00002.12 a/n INFAQ
  3. 301.00468.15 a/n WAKAF
  4. 301.00014.12 a/n KEMANUSIAAN



Langganan Berita





/ /




Pilih Program Favorit Anda?

KUM3
Kafala
ISS
ATM
SANTUN
LKMS

Hasil Poling